Daerah  

Wartawan Dihalangi Mengambil Foto, Ternyata ada Bisnis Gambar Yang Dilakukan Oknum Staf MC Setda BS

Bengkulu Selatan | majalahpost.com – Pelarangan kepada awak media yang disampaikan oleh staf humas Protokol Humas Pemda Bengkulu Selatan dalam pengambilan gambar pada saat peliputan Pelantikan Kepala Desa di Kebupaten Bengkulu Selatan Mulai terkuak.

Dikabarkan dari 127 Kepala Desa yang di lantik, seluruhnya di mintai pembayar foto sebesar 500 ribu rupiah, akibatnya ada sebagian Kepala Desa mempertanyakan pembayaran foto tersebut, menurutnya foto tersebut tidak pernah di order.

Bisnis Jual Produk fotografi ini di duga dilakukan oleh oknum staf Humas setda Bengkulu Selatan.

Dikutif dari media online Kilas.news, Ketua DPD Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengatakan, Kepala Daerah dalam hal ini harus bijak, pers harus di rangkul, tak kan ada opsi lain, apalagi dengan menempatkan orang kurang paham pada jabatan bersentuhan langsung.

Lanjutnya, soal tagihan produk fotografi itu menurutnya tidak ada persoalan, sebab kalau bisnis itu bisnis murni sah-sah saja, dengan catatan suka sama suka dengan tetap menjaga etika.

“Yang menjadi persoalan sekarang ini adalah kenyataan di lapangan terkesan pers ini di anggapnya pesaing bisinis, sehingga pers di halangi saat hendak melakukan pengambilan gambar, ini keliru dan fatal,” jelas Ketua DPD IMO Indonesia.

Dikabarkan, para Kepala Desa yang baru beberapa hari dilantik merasa heran dengan adanya tagihan pembayaran foto, bahkan sempat menduga bisnis gambar itu dilakukan oleh media mainstream, tetapi kemudian muncul pengakuan penagihan berasal dari media Center Pemkab Bengkulu Selatan.

Mereka juga mengaku sebagian sudah ada yang melunasinya, tetapi juga tidak sedikit yang meminta waktu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Humas Pemda Bengkulu Selatan masih dalam upaya dikonfirmasi. (eji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!