Sering Bangun Siang, Suami Pelaku KDRT di Seginim Ditangkap Polisi, Ini Pasalnya

Bengkulu Selatan | Majalahpost.com – Polsek Seginim Polres Bengkulu Selatan Polda Bengkulu berhasil mengamankan tersangka RK (28) warga Desa Sindang Bulan Kecamatan Seginim saat sedang asik nongkrong di Air Ndelengau Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan pada Selasa (18/07/23).

Tersangka RK tersebut harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, tersangka RK diduga sebagai pelaku  dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pelaku KDRT tersebut dibekuk unit Reskrim Polsek Seginim Polres BS di Pondok Air Ndelengau Manna pada Selasa (18/7) pukul 21.30 WIB. Saat dibekuk pelaku tidak memberikan perlawanan dan kemudian langsung dibawa ke Markas Komando (Mako) Polres Bengkulu Selatan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Florentus Situngkir, S.I.K melalui Kapolsek Seginim IPTU Priyanto SH mengatakan, Pelaku KDRT yang kita amankan telah melakukan tindak pidana KDRT pada hari Kamis tanggal 13 Juli 2023 di Desa Sindang Bulan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kejadian tersebut bermula pada hari Kamis tanggal 13 Juli 2023, sekira pukul 13.00 WIB, saat korban menasehati tersangka RK (yang merupakan suami korban) dengan berkata “pak kalau bangun jangan siang kita ini punya usaha harus kita kerjakan, jangan selalu mengandalkan orang tua”.

Dan setelah berkata kepada tersangka tersebut tersangka langsung emosi marah kepada korban dan langsung memukul korban dengan menggunakan kepalan tinju yang dipukulkan kebagian pelipis sebelah kanan, menendang korban dengan menggunakan kaki kanan yang diarahkan ke bagian perut dan paha korban, lalu mencekik leher pelapor dengan tangan kanan, dan setelah itu datang tetangga korban yang datang memisahkan.

“Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka memar pada bagian pelipis sebelah kanan, luka memar di bagian paha sebelah kanan dan luka gores di bagian leher dan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seginim untuk ditindak lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”  tuturnya Kapolsek Seginim.

Kasus KDRT tersebut, juga sudah ditangani unit Reskrim Polsek Seginim dan diback up unit Pelayanan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Bengkulu Selatan untuk pelaku akan dikenakan pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004.

“Pelaku terancam pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta dan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 30 juta,” pungkas IPTU Priyanto Kapolsek Seginim. (Son)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!