Polres Bengkulu Selatan Himbau Masyarakat Waspada Terhadap Penipuan Melalui Medsos

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Florentus Situngkir, S.I.K

BENGKULU SELATANMajalahpost.com – Polres Bengkulu Selatan Polda Bengkulu mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan jangan sampai menjadi korban kasus pornografi dengan modus menawarkan pekerjaan atau diimingi bayaran besar.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Florentus Situngkir, S.I.K melalui Kasi Humas AKP Sarmadi, SH menyarankan warganet agar tak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial (medsos).

“Hati-hati dan waspada, serta jangan mudah percaya, tergiur dan terjebak oleh janji manis atau iming-iming diberikan uang dalam jumlah besar, namun harus melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma hukum, agama, dan sosial di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (15/06/24).

Kasi Humas AKP Sarmadi, SH mengatakan, imbauan tersebut disampaikan kepada masyarakat berdasarkan berita di Media Sosial  tentang Kasus dugaan kasus pornografi anak di Tangerang Selatan dan Bekasi yang dilakukan oleh ibu muda berinisial R dan AK.

Keduanya mengaku membuat video pornografi atau asusila pasca dijanjikan mendapatkan uang dalam jumlah besar oleh akun FB Ichka Shakila yang diduplikasi orang tak dikenal.

“Dengan adanya modus operandi kejahatan, di mana pelaku kejahatan menawarkan pekerjaan dengan iming-iming gaji besar,” tuturnya.

Namun bukan uang yang didapat, foto hingga video berkonten pornografi dua ibu muda itu justru disebarkan ke media sosial hingga akhirnya menjadi viral.

Pelaku biasanya meminta calon korbannya untuk berfoto sambil memegang KTP lebih dahulu, padahal foto itu diminta agar pelaku bisa mendapatkan identitas lengkap calon korbannya tersebut.

“Selanjutnya, pelaku kejahatan akan menyuruh calon korbannya untuk foto setengah telanjang atau telanjang dengan imingan diberi uang jutaan rupiah,” tuturnya.

Selanjutnya, pelaku kejahatan akan kembali menyuruh calon korbannya untuk melakukan hubungan intim dan direkam serta dikirimkan video itu. Pelaku akan mengancam menyebarkan video setengah telanjang atau telanjang sebelumnya untuk diketahui umum,” imbuhnya.

Kasus ini adalah satu contoh agar kita bijak dalam ber Medsos sehingga kita terhindar dari pelaku tindak pidana dengan menggunakan Media Sosial, pesan kami bijaklah anda dalam menggunakan Media Sosial,” pungkasnya. (Son)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!