Pemda Kaur Gelar Desiminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Tahap II

//
KAUR, MAJALAHPOST.COM – Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Kaur Dr. Drs. Ersan Syahfiri,MM mewakili Bupati Kaur H.Lismdianto,SH,MH menghadiri kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting dan Tindak Lanjut (AKS) Tahap 2 Kabupaten Kaur di Gedung Serba Guna (GSG) Rabu (20/12/2023).

Tanpak hadir dalam kegiatan tersebut Ka Bappeda, Kadis Pendidikan, Kadis PUPR, Kadis PMD, Kadis Sosial, Kadis Perkim, Kadis Kominfo, Kadis Pertanian, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Perikanan, Ka BPKAD, Direktur RSUD, Dokter Anak RSUD, Dokter SPOG RSUD, Psikolog RSUD, Ahli Gizi RSUD, Camat Pagulir, Kabid Pelayanan, Kapus Pagulir, Tim Gizi Dinkes, Tenaga Gizi Puskesmas Pagulir, Anggota TPPS Kabupaten Kaur, TA Satgas Stunting Prov Bengkulu, OPD KB dan Protokol Setda, PKB Kab Kaur, Kades 5 Lokus AKS II, TPK 5 Lokus AKS, Kader Posyandu 5 Lokus AKS.

Laporan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KBP3A) Diraswan, M.Sos., M.Si. menyampaikan tujuan diadakan kegiatan audit ini adalah mengidentifikasi risiko terjadinya Stunting pada kelompok sasaran, mengetahui penyebab risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran sebagai upaya pencegahan dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa.

“Menganalisis faktor risiko terjadinya stunting pada baduta/balita stunting sebagai upaya pencegahan,penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa,” ujar Kadis P2KBP3A.

Lanjutnya, memberikan rekomendasi penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus serta upaya pencegahan yang harus dilakukan, komitmen bersama OPD dan Pemerintah Kabupaten Kaur dalam menangani Stunting baik Melalui kegiatan pencegahan maupun kegiatan penyembuhan melalui kegiatan intervensi di masing-masing OPD.

“Pelaksanaan Audit kasus tahap II di tahun 2023 dilakasnakan Pada Kamis (14/12/2023) di Kecamatan Padang Guci Hilir dengan sasaran audit terdiri dari calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita,” ungkap Diraswan, M.Sos., M.Si.

Lebih lanjut Diraswan mengatakan, Pelaksanaan Diseminasi Audit Kasus Stunting ini sebagai salah satu publikasi hasil Audit Kasus Stunting di Kabupaten Kaur, penyusunan rencana tindak lanjut dan kesepakatan atau komitmen bersama terkait intervensi yang akan dilaksanakan baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitive.(franky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!