Desa  

Pembangunan Tempat Penyimpanan Makan Hewan Ternak Desa Jeranglah Tinggi Banyak Kejanggalan

Bengkulu Selatan | majalahpost.com – Pembangunan tempat penyimpanan makanan hewan ternak di Desa Jeranglah Tinggi Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan di sinyalir menyalahi aturan.

Pasalnya Gudang yang di Bangun menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2022 di duga di dirikan di atas tanah milik kerabat Kepala Desa Jeranglah Tinggi yang tidak memiliki kejelasan secara administrasi.

Saat di komfirmasi oleh wartawan majalahpost.com, Kepala Desa Jeranglah Tinggi Tatang Sumitra Arduna menjelasakan, Pembangunan tempat penyimpanan makanan hewan ternak itu di bangun sudah berdasarkan petunjuk teknis yang ada.

Tetapai saat di tanya mengenai kejelasan tanah, Kades mejelaskan, tanah yang menjadi tempat pembangunan penyimpanan makanan hewan ternak itu bukanlah hibah, atupun beli, melainkan pinjam pakai.

Selain itu, saat wartawan majalahpost.com melakukan investigasi ke lokasi pembangunan ditemukan satu unit mesin pencacak rumput, dan menurut informasi mesin tersebut di beli oleh Pemerintah Desa melalui anggaran Dana Desa tahun anggaran 2022 yang di duga anggarannaya melebihi harga yang beredar di Pasaran, oleh sebab itu bangunan beserta peralatan tersebut patut di duga pelaksanaannya tidak transeparan alias sembunyi-sembunyi, hal itu di buktikan dengan tidak adanya papan merek kegiatan di lokasi.

Sala satu warga Desa Jeranglah Tinggi yang enggan di sebut namanya menyampaikan, bangunan tersebut di duga di dirikan di atas tanah kerabat Kepala Desa, termasuk sebagain yang menjadi pengurusnyapun ada dari kerabat Kepala Desa.

Menurutnya, bangunan itu saat ini memang sudah selesai tetapi tidak berfungsi alias tidak berjalan, bahkan bangunan tersebut terlihat sebagai tempat jemuran baju.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Bengkulu Selatan Herman Sunarya menyampaikan, secara aturan setiap kegiatan pembangunan fisik yang menjadi sala-satu syarat pentingnya adalah tentang kejelasan tanah.

“Bangunan fisik yang menggunakan Dana Desa lokasinya (tanah) harus jelas,” ujar Herman Sunarya.

Menurutnya, secara aturan Pemeeintah Deda tidak boleh membeli tanah dengan menggunakan Dana Desa, jadi lokasi bangunan yang anggarannya menggunakan Dana Desa tanahnya harus hibah.

Tetapi dirinya belum bisa memastikan apakah kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Jeranglah Tinggi itu menyalahi prosedur atau tidak, untuk memastikan kebenaran hal tersebut Mantan Sekretaris Dewan Kabupaten Bengkulu Selatan (Herman Sunarya) itu akan mengundang Kepala Desa Jeranglah Tinggi untuk di minta penjelasan terkait kejadian tersebut.(jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!