Daerah  

Oknum RT Sunat Dana BLT 300 Ribu Rupiah, Ini Alasannya

Pandeglang Banten | majalahpost.com – Sebanyak 96 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) warga Desa Cikuya Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten merasa kecewa terhadap Pemerintah setempat.

Pasalnya mereka yang terdaftar sebagai KPM BLT DD mengeluhkan pemotongan dana BLT yang di duga dilakukan oleh oknum Perangkat Desa Cikuya.

Pemotongan bantuan tersebut di duga dilakukan secara terorganisir dengan melibatkan 21 Rukun Tetangga (RT) di Desa Cikuya.

Sala satu perangkat desa setempat yang enggan disebut namanya menyampaikan, sebanyak 96 KPM BLT DD masing sudah menerima pencairan sebesar 900 ribu rupiah per KPM, jumlah tersebut sudah sesuai dengan pengajuan saat dilaksanakan musyawarah.

”Sebanyak 96 KPM telah menerima hak nya pada minggu lalu,dan dari masing masing mereka mendapatkan uang sebesar Rp.900.000 sesuai apa yang menjadi ketentuan dan pengajuan saat dilaksanakan Musyawarah Desa,” ujarnya.

Dirinya juga memaparkan, adanya dugaan pemotongan bantuan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa pada saat seluruh KPM BLT DD kembali ke rumah masing-masing, sang Perangkat Desa itu memperoleh informasi adanya pemotongan dana bantuan tersebut dari KPM BLT DD, menurut informasi masing-masing KPM BLT DD di potong 300 ribu rupiah di RT nya masing-masing.

“Para KPM BLT DD bercerita kepada saya,uang mereka di potong Rp.300 ribu oleh rt mereka,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, beberapa RT mengatakan bahwa mereka memotong bantuan tersebut atas dasar perintah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) berinisial A.

Salah satu RT yang hadir menjelaskan, uang pemotongan dari KPM BLT DD sebesar 300rb itu akan dibagikan kepada warga lain yang tidak mendapatkan bantuan. Namun berdasarkan fakta di lapangan sudah lewat satu minggu dana tersebut belum kunjung di bagikan. Hal itu patut di duga dana tersebut di gunakan untuk kepentingan TPK.

“Sudah lewat satu minggu, uang pemotongan Rp.300 ribu belum juga di bagikan, sementara, saya malu kepada KPM, karena mereka tau nya hanya kepada saya yang memotong nya” ucap salah satu rt yang enggan menyebutkan nama nya.

Terpisah, mendengar pengakuan dari RT dana pemotongan belum juga di bagikan kepada warga lain, sejumlah warga merasa kecewa dan emosi kepada Pemerintah setempat.

” Kami tidak terima pak, uang kami dipotong oleh para rt, dan kata nya untuk warga lain yang belum mendapatkan bantuan, kalaupun itu benar, uang kami dipotong untuk mereka yang belum dapat, kami ikhlas pak, sebagai bentuk partisipasi kami kepada mereka, tapi kami merasa di bohongin, kami merasa di tipu,dan untuk itu, kami semua akan lapor ke polisi” ucap warga berapi api pada wartawan.

Pihak yang berkompeten masih dalam upaya komfirmasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!