Daerah  

LPJ Bumdes Desa Padang Manis Sah Diterima, Kades Sampaikan 3 Catatan

Hartan selaku Kepala Desa Padang Manis Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan pada saat musyawarah kegiatan Laporan Pertanggungjawaban Bumdes tahun 2022

Bengkulu Selatan | majalahpost.com – Laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan sala satu tugas Poko pelaku operasional (Pengurus) Bumdes. Hal itu tertuang dalam Peraturan Mentri Desa Nomor 04 tahun 2015 Tentang Bumdes, dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa LPJ kegiatan Bumdes dilaksanakan paling sedikit setiap satu tahun sekali dan paling banyak tiga kali dalam setahun.

Peserta musyawarah Laporan Pertanggungjawaban Bumdes Desa Padang Manis Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan

Hal tersebut disampaikan oleh Hartan selaku Kepala Desa Padang Manis Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan pada saat musyawarah kegiatan Laporan Pertanggungjawaban Bumdes tahun 2022. Kamis (02/06/2022).

Menurut aturan, kata Hartan, LPJ kegiatan Bumdes itu disampaikan oleh pelaku operasional Bumdes (Pengurus) kepada Kepala Desa secara tertulis, kemudian Kepala Desa melaporkan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk diteruskan oleh BPD ke tingkat musyawarah Desa. Tujuan dari laporan tersebut adalah untuk memastikan perkembangan usaha yang sedang di jalankan, apakah kegiatan usaha tersebut menguntungkan Bumdes atau merugikan Bumdes.

Kemudian, lanjut Hartan, kalau usaha yang sedang di jalankan Bumdes itu prospeknya menguntungkan bagi Bumdes maka silahkan diteruskan, tetapi sebaliknya apabila usaha itu merugikan Bumdes, maka sesuai dengan aturan, usaha tersebut harus di evaluasi bahkan di stop.

“Nah hari ini saya menerima laporan dari pengurus Bumdes, bahwa kegiatan usaha Bumdes yang bergerak di bidang Simpan Pinjam Uang mengalami kerugian,” ujar Hartan.

Diceritakan Hartan, menurut laporan dari Pengurus Bumdes bahwa dana Simpan Pinjam sejumlah 91 juta sampai saat ini masih mengendap di masyarakat. Oleh sebab itu, untuk menyelesaikan persolan ini butuh kerjasama dari semua pihak, terutama Perintah Desa dan Pengurus Bumdes harus bekerja keras untuk memberikan pemahaman kepada konsumen agar mau melunasi pinjamannya.

“Berdasarkan hasil musyawarah, LPJ yang disampaikan oleh pengurus Bumdes secara administrasi sudah diterima, tetapi masih banyak persolan yang harus diselesaikan, untuk saat ini, tentu itu masih menjadi tanggungjawab mereka selaku pengurus Bumdes,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua BPD Desa Padang Manis Suhaimi mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan kegiatan bumdes, terutama penyelesaian masalah dana pinjaman yang masih mengendap di masyarakat.

Dirinya juga berharap kepada masyarakat yang mempunyai piutang Simpan Pinjam di Bumdes bisa sesegera melunasinya, agar kegiatan usaha Bumdes ini ke depannya bisa berjalan dengan baik.

Dari pantauan wartawan majalahpost.com, kegiatan berjalan sangat alot, pro kontra di antara peserta musyawarah tidak terhindarkan, ada yang setuju dengan laporan pengurus Bumdes ada juga yang tidak setuju, bahkan sempat terjadi ketegangan antara Ketua Bumdes dengan beberapa peserta musyawarah, akan tetapi pro kontra tersebut bisa diselesaikan oleh Pemerintah Desa, BPD dan di bantu oleh aparat Kepolisian yang hadir untuk menenangkan dan mendinginkan situasi, pada akhirnya laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh pengurus Bumdes disepakati dan diterima oleh peserta musyawarah tetapi dengan beberapa catatan :

Pertama, Pengurus Bumdes diberikan tenggang waktu oleh Kepala Desa selama satu Bulan untuk melakukan penagihan kepada nasabah dan disertai dengan surat pernyataan dari nasabah.

Kedua, Kepengurusan Bumdes saat ini akan di evaluasi untuk dilakukan pergantian pengurus yang baru sesuai dengan hasil kesepakatan musyawarah.

Ketiga, Sebelum dilakukan pergantian kepengurusan yang baru, pengurus bumdes yang lama diminta segera melaporkan dan menyerahkan aset Bumdes kepada Pemerintah Desa untuk dilakukan pendataan.

Saat ditanya mengenai catatan yang disampaikan oleh Narasumber, Ketua Bumdes Zainuri bersama Sekretaris dan Bendahara menerima dengan baik, bahkan mereka juga mengungkapkan untuk segera mengundurkan diri dari kepengurusan Bumdes.(adv/eji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!