Investor Timteng Bakal Kucurkan Dana 50-100 Miliar Untuk Bangun Wisata Pantai BP di Tumbuk Tebing

Gambar Master Plan Destinasi Wisata Pantai Batu Putih Desa Tumbuk Tebing Kecamatan Bunga Mas Bengkulu Selatan (majalahpost.com/Epan Junali)

Bengkulu Selatan | majalahpost.com – Kabar gembira bagi masyarakat desa tumbuk tebing, Destinasi Wisata Pantai Batu Putih (BP) di Desa Tumbuk Tebing Kecamatan Bunga Mas Kabupaten Bengkulu Selatan bakal dapat investor dari timur tengah (Timteng) Dubai Pondation sebesar 50 – 100 Miliar.

Gambar Master Plan Destinasi Wisata Pantai Batu Putih Desa Tumbuk Tebing Kecamatan Bunga Mas Bengkulu Selatan (majalahpost.com/Epan Junali)

Hal itu disampaikan Kepala Desa Tumbuk Tebing Dovi Mei Rusmanna Syahri, S.Pd pada saat musyawarah pemaparan perencanaan pembangunan destinasi wisata pantai batu putih. Senin (19/10/2021).

Dovi Mei Rusmanna Syahri, S.Pd menjelaskan, rencana pembangunan destinasi wisata pantai batu putih di desa tumbuk tebing saat ini sudah mendapat respon positif dari pihak pengembang atau investor.

Menurutnya, investor tersebut menyampaikan keinginannya melalu agen di Indonesia, bahkan agen investor di Indonesia sudah menghubungi dirinya melalui via telpon.

“Saya sudah di hubungi, bahwa pihak investor siap bekerjasama untuk membangun destinasi Wisata Panti Batu Putih, tapi pihak desa harus mempersiapkan beberapa persyaratan, termasuk hibah lokasi,” ungkap Dovi Mei Rusmanna Syahri, S.Pd.

Dikatakan Dovi Mei Rusmanna Syahri, S.Pd, pihak investor juga sudah menyampaikan secara detail kepada dirinya, bahkan pihak investor siap membeli lahan warga yang sudah termasuk ke dalam Master Plan pembangunan tempat wisata tersebut sesuai dengan harga tanah di desa setempat.

Terkait kerjasama pengelolaan yang dimaksud, Dovi Mei Rusmanna Syahri, S.Pd mengatakan, pihak investor siap mengucurkan dana pembangunan sampai dengan selesai dengan kalkulasi setelah selesai nanti dan beroperasi pihak investor hanya minta bagi hasil sesuai dengan kesepakatan yang di buat.

“Untuk kontrak awal 15 tahun, investor minta 70 persen masuk ke pihaknya, dan 30 persen masuk ke desa melalui Pokdarwis, setelah itu nanti dilihat dari perkembangan di lapangan, untuk kontrak kedua itu 30 persen untuk investor, dan 70 persen untuk desa diserahkan melalui Pokdarwis,” jelas Dovi Mei Rusmanna Syahri, S.Pd.

Dijelaskan Dovi Mei Rusmanna Syahri, S.Pd, pengelolan tempat wisata ini nantinya akan dikelola oleh organisasi desa yaitu Pokdarwis.

“jadi pengelola bukan Pemerintah Desa tetapi Pokdarwis, oleh sebab itu apabila kedepannya masyarakat ada keinginan untuk bikin usaha di tempat tersebut silahkan saja menghubungi Pokdarwis,” jelas Dovi

Dirinya berharap, masyarakat mau membantu Pemerintah Desa dan Pokdarwis dalam mensukseskan pembangunan destinasi wisata ini, sebab tanpa dukungan dari masyarakat desa tumbuk tebing dan masyarakat desa tetangga sekitar, maka pembangunan tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Sala satu warga yang lahannya termasuk ke dalam Master Plan pembangunan tempat wisata itu menyampaikan, dirinya sangat mendukung apa yang akan di bangun di tempat wisata itu, sebab menurutnya, pembangunan destinasi wisata ini akan menjadi lahan perekonomian masyarakat untuk jangka Panjang.

“Saya mendukung rencana ini, karena tempat wisata ini bisa di jadikan lahan masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya,” ungkap sala satu warga.

Dirinya juga berpesan kepada Pemerintah Desa dan Pokdarwis, keluhan dan keinginan warga yang lahannya terkena pembangunan destinasi wisata itu untuk bisa di akomodir, seperti ada masyarakat yang tidak mau ganti tapi minta dilibatkan di dalam pengelolaannya, ada juga warga yang minta di beli lahannya.

Menanggapi usulan warga, Sekretaris Desa Tumbuk Tebing Ria menyampaikan, dirinya bersama seluruh jajaran akan menyampaikan kepada Investor terkait dengan usulan warga pemilik lahan.

“Nanti kami sampaikan, mudah-mudahan bisa di rembukan dan dinakomodir, saya berharap kepada bapak ibu pemilik lahan agar kiranya bisa membantu kami dalam menyelesaikan hibah ini, sebab ini kesempatan bagi kita, kalau kita gagal akibat pemilik lahan tidak mau hibah, maka konsekwensinya kesempatan ini akan di ambil desa lain,” ujar Ria.(eji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!