Gelapkan Sepeda Motor Majikan, Perempuan Muda di Bengkulu Selatan Diamankan Polisi

BENGKULU SELATAN | Majalahpost.com – Polisi berhasil menangkap perempuan muda berinisial BA (19), warga Desa Air Kemang Kecamatan Pino Raya Bengkulu Selatan karena diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan sepeda motor milik warung nasi goreng di tempatnya bekerja di Jl. Iskandar Baksir.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Florentus Situngkir SIK melalui Kasi Humas AKP Sarmadi SH mengatakan dalam siaran persnya, pada hari Jum’at 19 April 2024 sekira pukul 15.39 WIB Polsek Kota Manna telah menerima laporan dari korban Evi (35), warga Jl. Iskandar Baksir Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sarmadi menjelaskan kejadian itu bermula pada hari Kamis, 18 April 2024, sekira pukul 03.00 WIB, pelapor bangun dari tidur dan mengechek karyawan warung nasi goreng miliknya di Jl. Iskandar Baksir Kelurahan Tanjung Mulia dan pelapor menanyakan keberadaan salah satu karyawan bernama BA (19) kepada karyawan yang bernama Sdri Yunita dan Sdri Yunita menjawab bahwa BA (19) pergi membeli susu untuk bandrek sekira pukul 02.30 WIB dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio GT.

Namun sampai pukul 04.00 WIB, BA (19) belum juga pulang dan pelapor membangunkan suaminya untuk memberitahu bahwa BA (19) belum pulang dari membeli susu untuk bandrek dengan menggunakan kendaran sepeda motor miliknya.

Lalu keesokan harinya Jum’at 19 April 2024 sekira pukul 11.00 WIB, pelapor bersama suami mencari keberadaan pelaku BA (19) di rumah orang tuanya dan tidak berada di rumah orang tuanya, sehingga korban merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian lalu petugas unit Reskrim Polsek Kota Manna berhasil menangkap tersangka BA (19) beserta barang buktinya.

“Dengan cara tertentu, akhirnya petugas bisa menangkap tersangka beserta barang bukti. Akibatnya peristiwa/kejadian tersebut korban (PELAPOR) mengalami kerugian  sebesar Rp. 8.500.000,- (Delapan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah),” ucap Kasi Humas AKP Sarmadi SH.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 372 dan/atau pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara. (Son)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!