Empat Bulan di Kaur Terjadi 29 Kasus GHPR

Kaur, MajalahPost.com – Terhitung empat bulan sejak Januari-April 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur mencatat 29 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR).

Dengan banyaknya kejadian ini, seluruh masyarakat Kabupaten Kaur diimbau untuk senantiasa berhati-hati terhadap terserang hewan penular rabies.

“Untuk jumlah warga yang terserang GHPR selama empat bulan ini 29 kasus. Jumlah ini berdasarkan laporan masing-masing Puskemas yang ada di Kabupaten Kaur. Semua kasus bisa ditangani dengan baik, warga yang digigit hewan berpotensi menularkan rabies bisa diobati,” kata Kadis Kesehatan Yasman, M.Pd, Senin 27 Mei 2024.

Dikatakannya, dari 29 kasus GHPR paling banyak terjadi di bulan April, 12 kasus. Sedangkan untuk kecamatan paling banyak juga masih sama seperti tahun lalu, Kecamatan Tanjung Kemuning.Warga yang terserang gigitan hewan terindikasi rabies telah diberi suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Dengan penanganan ini, dapat mencegah terjadinya rabies akibat GHPR tersebut.

“Tidak semua kasus GHPR mendapatkan VAR lengkap, hanya yang berpotensi rabies yang mendapatkannya. Karena itu masyarakat pemilik hewan peliharaan seperti anjing agar tidak melepas sembarangan. Serta melakukan vaksinasi untuk supaya tidak berpotensi memiliki virus rabies,” jelasnya.

Lanjutnya, stok VAR di setiap Puskesmas selalu tersedia. Untuk menjamin ketersediaannya pihaknya rutin berkomunikasi dengan setiap Puskesmas. Dengan banyaknya kasus GHPR di Kabupaten Kaur, meminta kepada masyarakat yang di lingkungan sekitar tempat tinggalnya banyak hewan liar harus ekstra hati-hati. Sebab jika sampai terinfeksi rabies bisa membahayakan keselamatan.

“Dengan selalu waspada dan senantiasa berhati-hati terhadap hewan yang terindikasi memiliki rabies adalah langkah pertama untuk terhindar tertular. Apabila masyarakat terlanjur digigit hewan memiliki penyakit rabies untuk berkonsultasi ke Puskesmas terdekat. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena tidak paham tentang GHPR,” tutup Kadis.

Perlu diketahui, bahkan hewan peliharaan yang berpotensi penular virus rabies di Kabupaten Kaur kurang diperhatikan pemiliknya. Buktinya, nyaris semua anjing kucing tidak pernah divaksinasi anti rabies. Sehingga hewan – hewan ini jika mengigit berpotensi menularkan penyakit tersebut. (bim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!