Dua Hari Berturut-turut, 3 Ekor Sapi Mati Mendadak di Desa Jeranglah Rendah Ada Dugaan Diracun Oleh OTD

Bengkulu Selatan | Majalahpost.com – Secara mendadak tiga ekor sapi di Desa Jeranglah Rendah, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan mati mendadak dua hari berturut-turut. Sapi yang mati itu, diduga diracun oleh orang tidak dikenal.

Diketahui sapi itu pemilik sdr. Nop yang di pelihara oleh sdr. Junali Kades terpilih Desa Jeranglah Rendah, Sapi mati itu terjadi di lokasi kebun niur milik ustadz Hasadi Alim sekira pukul 12.00 WIB, pada Senin (10/07/23).

Junali mengaku, sapinya mati itu menduga hewan ternaknya sengaja diracun oleh seseorang.

Saya dapati informasi dari warga sapiku mati, diduga sengaja diberi racun jenis potas karena ada sisa nangka dan mangga dalam kantong plastik dan ciri atau gejalanya sama seperti sapi yang makan racun,” ungkapnya.

Bhabinkamtibmas Polsek Manna BRIGPOL Doni Irawan bersama AIPDA Beni, SH langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Bhabinkamtibmas Polsek Manna BRIGPOL Doni Irawan bersama AIPDA Beni, SH langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Florentus Situngkir, S.I.K melalui Kapolsek Manna IPTU Hendra Yanto, SH. MH mengatakan setelah menerima laporan oleh warga. Bhabinkamtibmas Polsek Manna BRIGPOL Doni Irawan bersama AIPDA Beni, SH langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP)

Sapi yang mati di dusun Keban Jati Desa Jeranglah Rendah bukan hanya satu pemilik tapi ada 2 pemilik lagi yaitu sdr. Salil dan Nuhardin, kita menduga sapi yang mati itu diracun oleh seseorang dikarenakan kita temukan barang bukti berupa nangka dan mangga,” ujarnya.

Menurut kronologis kejadian, pada saat sapi sedang keracunan kemudian di lihat oleh saksi sdr. Nuhardin dan pada saat itu saksi sdr. Nuhardin langsung memotong sapi tersebut namun pelaku yang melempar potas atau racun sudah kabur tidak diketahui.

Nampak barang bukti yang ditemukan oleh saksi saudara Nuhardin didekat kejadian.

Kapolsek Manna IPTU Hendra Yanto, SH. MH menghimbau kepada masyarakat, untuk selalu mengawasi hewan ternaknya. Serta mendorong masyarakat untuk mengaktifkan kembali Pos Kamling atau ronda pada malam hari, karena keberadaan Pos Kamling mempunyai daya cegah, daya tangkal dan daya lawan terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas ditengah masyarakat.

Ditambahkan Kapolsek, meski ditinggal ke sawah, lebih baik ada keluarga yang mengawasi, atau minimal dititipkan sama tetangga atau saudara yang dekat rumah. Sehingga jika ada orang yang berniat buruk bisa kita cegah dan apabila ada gerak gerik orang yang mencurigakan harap lapor ke Polsek terdekat, pungkasnya.

Reporter : Sony

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!