Dinas Pertanian BS di Duga Terlambat Input Data Klaim Asuransi Hewan Ternak, Peternak Akan Lapor APH

Peternak Sapi asal Desa Ketaping Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Wawan Febrianto

Bengkulu Selatan | majalahpost.com – Kekecewaan mendalam di alami oleh Wawan Febrianto warga Desa Ketaping Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pasalnya, Pria yang akrab di sapa dung ini merasa di rugikan atas klaim kematian hewan ternaknya yang di tolak oleh pihak asuransi Jasindo.

Dijelaskan Wawan, pada tanggal 17 bulan Desember tahun 2021 dirinya mengajukan klaim pencairan Asuransi atas meninggalnya hewan ternak peliharaanya, tetapi klaim tersebut ditolak oleh perusahaan Asuransi Jasindo dengan alasan keterlambatan penginputan data, surat penolakan tersebut dikeluarkan pihak asuransi Jasindo pada tanggal 31 Januari tahun 2022 dengan nomor No.SD.Kami:009/311-1/I/2022.

Dikatakan Wawan, dalam keterangan suratnya, pihak Jasindo menyebutkan, kejadian kematian ternak pada tanggal 17 Desember tahun 2021, dan pelaporan diajukan pada tanggal 29 Desember tahun 2021, dan berdasarkan Bantuan Premi Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTSK) tahun anggaran 2021, disebutkan bahwa pengajuan klaim kepada perusahaan asuransi selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja melalu aplikasi.

“Itulah pihak Jasindo menolak klaim asuransi saya, berarti ada keterlambatan penginputan data , tetapi yang perlu di ketahui surat keterangan Jasindo ini sangat bertentangan dengan fakta di lapangan, fakta sebenarnya, dokumen yang di pinta Jasindo seluruhnya sudah di berikan oleh saya kepada pihak Dinas Pertanian selaku Operator yang di tunjuk oleh Pemerintah Daerah untuk mengurusi asuransi hewan ternak,” ujar Wawan.

Menanggapi Surat itu, dirinya mengajukan protes ke Dinas Pertanian, protes yang di layangkan di tanggapi oleh Dinas Pertanian, kemudian Dinas Pertanian mengeluarkan Surat Permohonan Peninjauan Kembali Penolakan Klaim Asuransi dengan Nomor 524/16/I/2022 dan dikeluarkan pada tanggal 03 Februari tahun 2022.

“Surat Peninjauan itu sampai hari ini belum ada titik terangnya, apakah di terima atau di tolak, kemudian saya tanya lagi pihak Dinas Pertanian mereka cuman bilang masih di upayakan” ungkapnya.

Wawan menegaskan, apabila klaim ini tidak di terima atau di tolak, dirinya akan melaporkan hal ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH), sebab menurutnya kesalahan ini bukan kesalahan dirinya melainkan kesalahan dari pihak Dinas Pertanian Bengkulu Selatan yang terlambat melakukan penginputan data, atas dasar itulah dirinya merasa di rugikan.

Menanggapi hal itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Edi Siswanto mejelaskan, pihaknya sampai hari ini terus melakukan upaya untuk memberikan penjelasan kepada pihak asuransi Jasindo agar mereka mau meninjau ulang kembali prihal klaim asuransi kematian hewan ternak milik Wawan Febrianto.

“Kami akan terus melakukan upaya, tapi sampai hari ini surat yang kami layangkan belum ditanggapi,”ujarnya.

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan, penolakan ini berdasarkan informasi di karenakan ada keterlambatan penginputan data visum, dan inilah yang menyebabkan ditolaknya klaim asuransi hewan ternak milik Wawan Febrianto.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan menyampaikan, pihaknya meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian untuk serius menangani persoalan klaim asuransi dari peternak, sebab menurutnya, kalau ini tidak di urus peternak akan di rugikan, oleh sebab itu dirinya meminta Dinas Pertanian untuk bertanggungjawab atas persoalan ini.

“Ini kan ada surat dari Dinas Pertanian tentang peninjauan ulang, dan alasan yang disampaikan mereka ini kan masalah sistem eror, kalau sistem eror ini bukan urusan peternak lagi, ini menjadi urusan mereka, oleh karenanya merak harus bertanggungjawab,” tegas Holaman.

Atas persolan ini Holaman juga bencana akan memanggil pihak Dinas Pertanian untuk dimintai penjelasan mengenai mekanisme klaim asuransi hewan ternak.(eji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Anda tidak punya izin copy..!!